Selasa, 07 Juni 2016

NUKLIR PENANGULAN PEMANASAN GLOBAL TERHADAP PEMASOK ENERGI

Pemanasan global yang sangat tinggi di dunia ini, menjadi ancaman bagi kehidupan manusia. Pemanasan global menyebabkan iklim yang tidak tentu, cuaca ekstrim, meningkatnya suhu global, dan sebagainya.
Beberapa hal yang masih diragukan para ilmuwan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi pada masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai tindakan apa yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekuensi-konsekuensi yang ada. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.
Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari matahari. Sebagian besar energi tersebut berbentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak. Ketika energi ini tiba permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini berwujud radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer Bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbon dioksida, sulfur dioksida dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat.
Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrem, serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.
Umpan balik positif akibat terlepasnya CO2 dan CH4 dari melunaknya tanah beku (permafrost) adalah mekanisme lainnya yang berkontribusi terhadap pemanasan. Selain itu, es yang meleleh juga akan melepas CH4 yang juga menimbulkan umpan balik positif.
Kemampuan lautan untuk menyerap karbon juga akan berkurang bila ia menghangat, hal ini diakibatkan oleh menurunya tingkat nutrien pada zona mesopelagic sehingga membatasi pertumbuhan diatom daripada fitoplankton yang merupakan penyerap karbon yang rendah.
Pemanasan global salah satunya diakibatkan oleh bahan-bahan zat gas yang merusak ozon (carbin, CFC dan lainya). Ozon melindungi bumi dari benda luar angkasa. Selain itu apabila pemanasan global terjadi uadara akan menjadi sesak atau kurangnya kadar oksigen yang bagus, akan tetapi nantinya kita akan menghirup carbon yang akan menggangu system tubuh kita.
Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana gas dalam rumah kaca. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya. Gas-gas tersebut akan sulit keluar dari rumah kaca tersebut atau dalam bumi kita sebagai atmosfer.
Bila dilihat dari bawah, awan akan memantulkan kembali radiasi infra merah ke permukaan, sehingga akan meningkatkan efek pemanasan. Sebaliknya bila dilihat dari atas, awan tersebut akan memantulkan sinar matahari dan radiasi infra merah ke angkasa, sehingga meningkatkan efek pendinginan. Apakah efek netto-nya menghasilkan pemanasan atau pendinginan tergantung pada beberapa detail-detail tertentu seperti tipe dan ketinggian awan tersebut. Detail-detail ini sulit direpresentasikan dalam model iklim, antara lain karena awan sangat kecil bila dibandingkan dengan jarak antara batas-batas komputasional dalam model iklim (sekitar 125 hingga 500 km untuk model yang digunakan dalam Laporan Pandangan IPCC ke Empat). Walaupun demikian, umpan balik awan berada pada peringkat dua bila dibandingkan dengan umpan balik uap air dan dianggap positif (menambah pemanasan) dalam semua model yang digunakan dalam Laporan Pandangan IPCC ke empat.
Umpan balik penting lainnya adalah hilangnya kemampuan memantulkan cahaya (albedo) oleh es. Ketika suhu global meningkat, es yang berada di dekat kutub mencair dengan kecepatan yang terus meningkat. Bersamaan dengan melelehnya es tersebut, daratan atau air di bawahnya akan terbuka. Baik daratan maupun air memiliki kemampuan memantulkan cahaya lebih sedikit bila dibandingkan dengan es, dan akibatnya akan menyerap lebih banyak radiasi matahari. Hal ini akan menambah pemanasan dan menimbulkan lebih banyak lagi es yang mencair, menjadi suatu siklus yang berkelanjutan.
Sebenarnya efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet ini akan menjadi sangat dingin. Dengan suhu rata-rata sebesar 15 °C (59 °F), bumi sebenarnya telah lebih panas 33 °C (59 °F) dari suhunya semula, jika tidak ada efek rumah kaca suhu bumi hanya -18 °C sehingga es akan menutupi seluruh permukaan Bumi. Akan tetapi sebaliknya, apabila gas-gas tersebut telah berlebihan di atmosfer, akan mengakibatkan pemanasan global.
Menaksir penyebab pemanasan global juga dipengaruhi oleh berbagai proses umpan balik yang dihasilkannya. Sebagai contoh adalah pada penguapan air. Pada kasus pemanasan akibat bertambahnya gas-gas rumah kaca seperti CO2, pemanasan pada awalnya akan menyebabkan lebih banyaknya air yang menguap ke atmosfer. Karena uap air sendiri merupakan gas rumah kaca, pemanasan akan terus berlanjut dan menambah jumlah uap air di udara sampai tercapainya suatu kesetimbangan konsentrasi uap air. Efek rumah kaca yang dihasilkannya lebih besar bila dibandingkan oleh akibat gas CO2 sendiri. (Walaupun umpan balik ini meningkatkan kandungan air absolut di udara, kelembapan relatif udara hampir konstan atau bahkan agak menurun karena udara menjadi menghangat). Umpan balik ini hanya berdampak secara perlahan-lahan karena CO2 memiliki usia yang panjang di atmosfer.
Para ilmuwan menggunakan model komputer dari suhu, pola presipitasi, dan sirkulasi atmosfer untuk mempelajari pemanasan global. Berdasarkan model tersebut, para ilmuwan telah membuat beberapa prakiraan mengenai dampak pemanasan global terhadap cuaca, tinggi permukaan air laut, pantai, pertanian, kehidupan hewan liar dan kesehatan manusia.
Para ilmuwan memperkirakan bahwa selama pemanasan global, daerah bagian Utara dari belahan Bumi utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di Bumi. Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Suhu pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat.
Daerah yang hangat akan menjadi lebih lembap karena lebih banyak air yang menguap dari lautan. Para ilmuwan belum begitu yakin apakah kelembapan tersebut malah akan meningkatkan atau menurunkan pemanasan yang lebih jauh lagi. Hal ini disebabkan karena uap air merupakan gas rumah kaca, sehingga keberadaannya akan meningkatkan efek insulasi pada atmosfer. Akan tetapi, uap air yang lebih banyak juga akan membentuk awan yang lebih banyak, sehingga akan memantulkan cahaya Matahari kembali ke angkasa luar, di mana hal ini akan menurunkan proses pemanasan (lihat siklus air). Kelembapan yang tinggi akan meningkatkan curah hujan, secara rata-rata, sekitar 1 persen untuk setiap derajat Fahrenheit pemanasan. Curah hujan di seluruh dunia telah meningkat sebesar 1 persen dalam seratus tahun terakhir ini. Badai akan menjadi lebih sering. Selain itu, air akan lebih cepat menguap dari tanah. Akibatnya beberapa daerah akan menjadi lebih kering dari sebelumnya. Angin akan bertiup lebih kencang dan mungkin dengan pola yang berbeda. Topan badai (hurricane) yang memperoleh kekuatannya dari penguapan air, akan menjadi lebih besar. Berlawanan dengan pemanasan yang terjadi, beberapa periode yang sangat dingin mungkin akan terjadi. Pola cuaca menjadi tidak terprediksi dan lebih ekstrem.
Ketika atmosfer menghangat, lapisan permukaan lautan juga akan menghangat, sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. Pemanasan juga akan mencairkan banyak es di kutub, terutama sekitar Greenland, yang lebih memperbanyak volume air di laut. Tinggi muka laut di seluruh dunia telah meningkat 10 – 25 cm (4 - 10 inchi) selama abad ke-20, dan para ilmuwan IPCC memprediksi peningkatan lebih lanjut 9 – 88 cm (4 - 35 inci) pada abad ke-21.
Perubahan tinggi muka laut akan sangat memengaruhi kehidupan di daerah pantai. Kenaikan 100 cm (40 inchi) akan menenggelamkan 6 persen daerah Belanda, 17,5 persen daerah Bangladesh, dan banyak pulau-pulau. Erosi dari tebing, pantai, dan bukit pasir akan meningkat. Ketika tinggi lautan mencapai muara sungai, banjir akibat air pasang akan meningkat di daratan. Negara-negara kaya akan menghabiskan dana yang sangat besar untuk melindungi daerah pantainya, sedangkan negara-negara miskin mungkin hanya dapat melakukan evakuasi dari daerah pantai.
Bahkan sedikit kenaikan tinggi muka laut akan sangat memengaruhi ekosistem pantai. Kenaikan 50 cm (20 inchi) akan menenggelamkan separuh dari rawa-rawa pantai di Amerika Serikat. Rawa-rawa baru juga akan terbentuk, tetapi tidak di area perkotaan dan daerah yang sudah dibangun. Kenaikan muka laut ini akan menutupi sebagian besar dari Everglades, Florida.
Orang mungkin beranggapan bahwa Bumi yang hangat akan menghasilkan lebih banyak makanan dari sebelumnya, tetapi hal ini sebenarnya tidak sama di beberapa tempat. Bagian selatan Kanada, sebagai contoh, mungkin akan mendapat keuntungan dari lebih tingginya curah hujan dan lebih lamanya masa tanam. Di lain pihak, lahan pertanian tropis semi kering di beberapa bagian Afrika mungkin tidak dapat tumbuh. Daerah pertanian gurun yang menggunakan air irigasi dari gunung-gunung yang jauh dapat menderita jika snowpack (kumpulan salju) musim dingin, yang berfungsi sebagai reservoir alami, akan mencair sebelum puncak bulan-bulan masa tanam. Tanaman pangan dan hutan dapat mengalami serangan serangga dan penyakit yang lebih hebat.
Hewan dan tumbuhan menjadi makhluk hidup yang sulit menghindar dari efek pemanasan ini karena sebagian besar lahan telah dikuasai manusia. Dalam pemanasan global, hewan cenderung untuk bermigrasi ke arah kutub atau ke atas pegunungan. Tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya, mencari daerah baru karena habitat lamanya menjadi terlalu hangat. Akan tetapi, pembangunan manusia akan menghalangi perpindahan ini. Spesies-spesies yang bermigrasi ke utara atau selatan yang terhalangi oleh kota-kota atau lahan-lahan pertanian mungkin akan mati. Beberapa tipe spesies yang tidak mampu secara cepat berpindah menuju kutub mungkin juga akan musnah.
Penyebabkan banyaknya emisi udara dibumi selain diakibatkan dari asap kendaran dan rumah tanggapada efek rumah kaca yang mengeluarkan CO2, namun dapat diakibatkan oleh pembangkit energy listrik dan pengolahan bahan bakar minyak.
Manusia banyak mengunakan sumber energi dari bahan bakar (sumberdaya fosil) untuk menghidupi kebutuhan hidup mereka, dari mulai energi lisrik, bahan bakar dan sebagainya. Semuanya mengeluarkan zat sisa yang sangat merusak lingkungan kita. prosuksi bahan bakar yang mengunakan banyak pengolahan pembakaran mengeluarkan zat sisa berupa gas udara yang kotor dan limbah cairan. Gas udara tersebut akan menghiasi bumi ini dan menambah pemanasan global dibumi.
Padahal energy tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan bayangkan berapa banyak orang mengunakan energi tersebut. Semisal di Indonesia yang memiliki penduduk terbanyak ke-empat di dunia yang masih menggunakan bahan sumber daya fosil untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakatnya. Jadi berapa banyak energy yang diperlukan memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia dan berapa banyak zat yang keluar akibat hal tersebut nantinya yang menimbulkan kerusakan tersebut. Satu rumah saja memerlukan energy rata-rata 300 watt kalikan tiap rumah di Indonesia kalikan dengan jumlah energy yang nantinya akan diperlukan. Pasti banyak sekali energy yang dibutuhkan dan jumlah gas yang keluar hasil pengolahan menjadikan sumber daya fosil tersebut dalam memenuhi kebutuhan yang mengeluarkan zat merusak udara tersebut. Belum lagi ditambah dengan berkurangnya lahan pemukiman hijau yang menjadi menguragi zat emisi tersebut menyebar.
Karena masalah energi merupakan salah satu isu penting yang sedang hangat dibicarakan. Semakin berkurangnya sumber energi, penemuan sumber energi baru, pengembangan energi-energi alternatif, dan dampak penggunaan energi minyak bumi terhadap lingkungan hidup menjadi tema-tema yang menarik dan banyak didiskusikan. Pemanasan global yang diyakini sedang terjadi dan akan memasuki tahap yang mengkhawatirkan disebut-sebut juga merupakan dampak penggunaan energi minyak bumi yang merupakan sumber energi utama saat ini.
Dampak lingkungan dan semakin berkurangnya sumber energi minyak bumi memaksa kita untuk mencari dan mengembangkan sumber energi baru. Salah satu alternatif sumber energi baru yang potensial datang dari energi nuklir. Meski dampak dan bahaya yang ditimbulkan amat besar, tidak dapat dipungkiri bahwa energi nuklir adalah salah satu alternatif sumber energi yang layak diperhitungkan.
Isu energi nuklir yang berkembang saat ini memang berkisar tentang penggunaan energi nuklir dalam bentuk bom nuklir dan bayangan buruk tentang musibah hancurnya reaktor nuklir di Chernobyl. Isu-isu ini telah membentuk bayangan buruk dan menakutkan tentang nuklir dan pengembangannya. Padahal, pemanfaatan yang bijaksana, bertanggung jawab, dan terkendali atas energi nuklir dapat meningkatkan taraf hidup sekaligus memberikan solusi atas masalah kelangkaan energi.
Secara umum, energi nuklir dapat dihasilkan melalui dua macam mekanisme, yaitu pembelahan inti atau reaksi fisi dan penggabungan beberapa inti melalui reaksi fusi. Di sini akan dibahas salah satu mekanisme produksi energi nuklir, yaitu reaksi fisi nuklir.
Sebuah inti berat yang ditumbuk oleh partikel (misalnya neutron) dapat membelah menjadi dua inti yang lebih ringan dan beberapa partikel lain. Mekanisme semacam ini disebut pembelahan inti atau fisi nuklir. Contoh reaksi fisi adalah uranium yang ditumbuk (atau menyerap) neutron lambat.
Reaksi fisi uranium seperti di atas menghasilkan neutron selain dua buah inti atom yang lebih ringan. Neutron ini dapat menumbuk (diserap) kembali oleh inti uranium untuk membentuk reaksi fisi berikutnya. Mekanisme ini terus terjadi dalam waktu yang sangat cepat membentuk reaksi berantai tak terkendali. Akibatnya, terjadi pelepasan energi yang besar dalam waktu singkat. Mekanisme ini yang terjadi di dalam bom nuklir yang menghasilkan ledakan yang dahsyat. Jadi, reaksi fisi dapat membentuk reaksi berantai tak terkendali yang memiliki potensi daya ledak yang dahsyat dan dapat dibuat dalam bentuk bom nuklir.
Dibandingkan dibentuk dalam bentuk bom nuklir, pelepasan energi yang dihasilkan melalui reaksi fisi dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang lebih berguna. Untuk itu, reaksi berantai yang terjadi dalam reaksi fisi harus dibuat lebih terkendali. Usaha ini bisa dilakukan di dalam sebuah reaktor nuklir. Reaksi berantai terkendali dapat diusahakan berlangsung di dalam reaktor yang terjamin keamanannya dan energi yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk keperluan yang lebih berguna, misalnya untuk penelitian dan untuk membangkitkan listrik.
Di dalam reaksi fisi yang terkendali, jumlah neutron dibatasi sehingga hanya satu neutron saja yang akan diserap untuk pembelahan inti berikutnya. Dengan mekanisme ini, diperoleh reaksi berantai terkendali yang energi yang dihasilkannya dapat dimanfaatkan untuk keperluan yang berguna.
Di dalam reaktor nuklir, reaksi fisi diharapkan akan berlangsung secara kontinu dan terkendali. Yang dimaksud dengan terkendali dalam hal ini adalah jumlah reaksi fisi dapat dinaik-turunkan dengan mantap dan stabil sesuai dengan kebutuhan energi. 
Bahan bakar reaktor fisi adalah radioisotop yang dapat berfisi (fisil), yang dapat diperoleh di alam. Tetapi karena beberapa bahan fisil dapat dibuat dari bahan dapat membiak (fertil), maka beberapa jenis bahan fertil yang dibutuhkan sebagai bahan baku pembuat bahan fisil juga digolongkan sebagai bahan bakar reaktor fisi. Bahan fisil U-233, U-235, Pu-239 dan Pu-241 serta bahan fertil Th-232 dan U-238 adalah bahan bakar dari beberapa tipe reaktor fisi yang telah dikembangkan hingga awal abad 21 ini.
Proses pembuatan bahan fisil dari bahan fertil dapat dilakukan dalam sebuah reaktor fisi, proses ini disebut sebagai proses pembiakan. Oleh karena itu, dalam reaktor fisi terdapat tipe reaktor yang disebut sebagai reaktor pembiak karena dalam reaktor ini selain dilangsungkan reaksi fisi kontinu juga dilangsungkan proses pembiakan bahan fisil dari bahan fertil (biw)
Energi yang dihasilkan dalam reaksi fisi nuklir dapat dimanfaatkan untuk keperluan yang berguna. Untuk itu, reaksi fisi harus berlangsung secara terkendali di dalam sebuah reaktor nuklir. Sebuah reaktor nuklir paling tidak memiliki empat komponen dasar, yaitu elemen bahan bakar, moderator neutron, batang kendali, dan perisai beton.
Elemen bahan bakar menyediakan sumber inti atom yang akan mengalami fusi nuklir. Bahan yang biasa digunakan sebagai bahan bakar adalah uranium U. elemen bahan bakar dapat berbentuk batang yang ditempatkan di dalam teras reaktor.
Neutron-neutron yang dihasilkan dalam fisi uranium berada dalam kelajuan yang cukup tinggi. Adapun, neutron yang memungkinkan terjadinya fisi nuklir adalah neutron lambat sehingga diperlukan material yang dapat memperlambat kelajuan neutron ini. Fungsi ini dijalankan oleh moderator neutron yang umumnya berupa air. Jadi, di dalam teras reaktor terdapat air sebagai moderator yang berfungsi memperlambat kelajuan neutron karena neutron akan kehilangan sebagian energinya saat bertumbukan dengan molekul-molekul air.
Fungsi pengendalian jumlah neutron yang dapat menghasilkan fisi nuklir dalam reaksi berantai dilakukan oleh batang-batang kendali. Agar reaksi berantai yang terjadi terkendali dimana hanya satu neutron saja yang diserap untuk memicu fisi nuklir berikutnya, digunakan bahan yang dapat menyerap neutron-neutron di dalam teras reaktor. Bahan seperti boron atau kadmium sering digunakan sebagai batang kendali karena efektif dalam menyerap neutron.
Batang kendali didesain sedemikian rupa agar secara otomatis dapat keluar-masuk teras reaktor. Jika jumlah neutron di dalam teras reaktor melebihi jumlah yang diizinkan (kondisi kritis), maka batang kendali dimasukkan ke dalam teras reaktor untuk menyerap sebagian neutron agar tercapai kondisi kritis. Batang kendali akan dikeluarkan dari teras reaktor jika jumlah neutron di bawah kondisi kritis (kekurangan neutron), untuk mengembalikan kondisi ke kondisi kritis yang diizinkan.
Banyak orang mengenal reaktor nuklir hanya digunakan untuk pembangkit listrik. Informasi tentang reaktor nuklir untuk pembangkit listrik (PLTN) lebih banyak diberitakan ketimbang reaktor nuklir untuk fungsi lainnya, karena kasus-kasus kecelakaan reaktor nuklir yang terjadi hampir seluruhnya dari jenis reaktor tersebut. Selain reaktor nuklir untuk pembangkit listrik (reaktor daya) ada dua jenis reaktor nuklir lainnya, yaitu reaktor nuklir penelitian dan produksi radioisotop. Reaktor penelitian lebih banyak dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, pengujian bahan dan analisis unsur, sedangkan reaktor produksi isotop digunakan untuk membuat bahan alam (isotop) yang tidak bersifat radioaktif menjadi bersifat radioaktif. Reaktor nuklir adalah fasilitas atau tempat yang didalamnya terdapat bahan dan komponen yang memungkinkan terjadinya reaksi nuklir. Proses terjadinya reaksi nuklir membutuhkan bahan bakar yang biasanya dibuat dari uranium atau thorium. Kedua bahan bakar tersebut bisa diperoleh dari alam (kulit bumi) dengan terlebih dahulu dilakukan proses pemisahan dengan unsur-unsur lainnya. Reaktor nuklir dapat dimanfaatkan bagi kepentingan manusia, antara lain untuk mendapatkan listrik dan isotop radioaktif yang dibutuhkan rumah sakit, industri dan pertanian.
Berdasarkan hasil kajian teknologi dan pertimbangan pendanaan maka reaktor tipe High Temperature Gas Cooled Reactor (HTGR) merupakan salah satu pilihan yang dipertimbangkan, khususnya terkait dengan kebutuhan dan pasar di Indonesia sebagai negara kepulauan dan kaya dengan sumber daya mineral (di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua). RDE diharapkan dapat menjadi acuan dalam pembangunan PLTN komersial.
HTGR termasuk dalam reaktor inovatif dengan karakter yang menguntungkan dari sisi ekonomi, keselamatan, infrastruktur, proliferation resistance dan proteksi fisik, lingkungan dan limbah.

Reaksi fusi D-T (deuterium-tritium) dalam sebuah reaktor nuklir Tokamak membutuhkan deuterium dan tritium. Tritium dibuat dari lithium dalam reaktor fusi, dengan demikian bahan bakar reaktor fusi adalah deuterium dan lithium. Keberadaan deuterium dalam air laut sangat melimpah, dan dapat digunakan untuk pemakaian selama ratusan ribu tahun, bahkan mungkin lebih dari sejuta tahun.
Lithium sebagai bahan baku pembuat tritium cukup banyak terdapat di lapisan bumi, kauntitas cadangan lithium akan mampu memasok reaktor fusi selama beberapa ribu tahun. Tetapi tritium juga dapat dibuat dalam suatu reaktor nuklir, teknik ini akan sangat bermanfaat apabila cadangan lithium telah menipis.
Reaksi fusi dalam reaktor Tokamak menghasilkan limbah radioaktif tetapi dengan umur paruh yang pendek. Tritium yang dihasilkan dari sisa-sisa reaksi fusi adalah isotop yang memancarkan radiasi (radioisotop) dengan umur paruh 12,36 hari. Neutron yang dipancarkan dari reaksi fusi juga dapat membuat bahan struktur reaktor yang ditumbuknya menjadi radioaktif. Radioisotop yang dihasilkan karena aktivasi neutron ini akan mempunyai umur paruh tidak lebih dari seratus tahun. Limbah radioaktif yang dihasilkan dari dalam reaktor fusi relatif lebih rendah radioaktivitasnya dari pada limbah yang dihasilkan dari reaktor fisi.  
Dari jumlah cadangan atau ketersediaan bahan bakar reaktor fusi di alam yang sangat melimpah, maka reaktor fusi merupakan pembangkit energi yang ideal yang akan dapat memasok kebutuhan energi bagi umat manusia dimasa mendatang dalam jangka waktu yang lama dan ramah lingkungan.
Sehingga dapat mengurangin pemanasn global dalam pengunaan energi nuklir ini. Walau berbagai skenario daur atau siklus bahan bakar reaktor fusi dapat dikembangkan, tetapi pengembangan masih belum dilakukan karena para ilmuwan yang masih mengalami kendala teknis dalam mewujudkan reaktor fusi kontinu yang memadai untuk memasok kebutuhan energi sehari-hari.



DAFTAR PUSTAKA


Jumat, 27 Juni 2014

TEORI KONSTRUKTIVISME

Di Susun oleh :
Nama : Nadiyah Putri
NIM    : 1113016300034
Semester : 2
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
2014

    A.    LATAR BELAKANG
               Pada masa globalisasi dengan semakin pesat teknologi anak lebih berkembang mengikuti zaman modern ini. Maka anak dapat belajar pengetahuan dengan mudah melalui media atau bacaan yang dapat diakses atau dicari secara cepat. Sehingga dipilihlah teori belajar konstruktivisme. Teori belajar konstruktivisme menyerukan perlunya partisipasi aktif anak memiliki kemampuan untuk mengembangkan pengetahuan sendiri. Kontruktivisme mempengaruhi konsep ilmu pengetahuan, teori belajar dan pembelajaran.
    B.     TUJUAN PENULISAN
1.      mampu menjelaskan tentang teori konstruktivisme. C2
2.      mampu mengaitkan teori konstruktivisme dengan pembuatan RPP. A4
3.      mampu mempraktekan teori kontrusktivisme terhadap sistem pembelajaran. P3
    C.     TEORI
a.       Pengertian teori konstruktivisme
Teori-teori baru dalam psikologi pendidikan dikelompok dalam teori pembelajaran konstruktivisme (constructivist theoris of learning). Teori konstruktivisme ini menyatakan bahwa siswa menemukan sendiri dan mentransformasikan informasi yang kompleks, mengecek informasi baru dengan aturan-aturan lama dan merevisinya apabila aturan-aturan itu tidak sesuai lagi. Bagi siswa agar benar-benar memahami dan dapat menerapkan pengetahuan, mereka harus bekerja memecahkan masalah, menemukan segala sesuatu untuk dirinya, berusaha dengan susah payah dengan ide-ide. Teori ini berkembang dari kerja Piaget, Vygotsky, teori-teori pemrosesan informasi, dan teori psikologi kognitif yang lain seperti Bruner (Trianto, 2010: 28).
b.      Nama tokoh dan teori konstruktivisme
a)      Teori Belajar Konstruktivisme Jean Piaget
sumber : www.glogster.com
Piaget yang dikenal sebagai konstruktivis pertama menegaskan bahwa penekanan teori kontruktivisme pada proses untuk menemukan teori atau pengetahuan yang dibangun dari realitas lapangan. Peran guru dalam pembelajaran menurut teori kontruktivisme adalah sebagai fasilitator atau moderator. Pandangan tentang anak dari kalangan konstruktivistik yang lebih mutakhir yang dikembangkan dari teori belajar kognitif Piaget menyatakan bahwa ilmu pengetahuan dibangun dalam pikiran seorang anak dengan kegiatan asimilasi dan akomodasi sesuai dengan skemata yang dimilikinya. Proses mengkonstruksi sebagai berikut:
1.      Skemata
Sekumpulan konsep yang digunakan  ketika berinteraksi dengan lingkungan disebut dengan skemata. Skema terbentuk karena pengalaman. Misalnya, anak senang bermain dengan kucing dan kelinci yang sama-sama berbulu putih. Berkat keseringannya, ia dapat menangkap perbedaan keduanya, yaitu bahwa kucing berkaki empat dan kelinci berkaki dua. Pada akhirnya, berkat pengalaman itulah dalam struktur kognitif anak terbentuk skema tentang binatang berkaki empat dan binatang berkaki dua. Semakin dewasa anak, maka semakin sempunalah skema yang dimilikinya.
2.      Asimilasi
Asimilasi adalah proses kognitif dimana seseorang mengintegrasikan persepsi, konsep ataupun pengalaman baru ke dalam skema atau pola yang sudah ada dalam pikirannya. Asimilasi tidak akan menyebabkan perubahan/pergantian skemata melainkan perkembangan skemata. Asimilasi adalah salah satu proses individu dalam mengadaptasikan dan mengorganisasikan diri dengan lingkungan baru pengertian orang itu berkembang.
3.      Akomodasi
Dalam menghadapi rangsangan atau pengalaman baru seseorang tidak dapat mengasimilasikan pengalaman yang baru dengan skemata yang telah dipunyai. Akomodasi tejadi untuk membentuk skema baru yang cocok dengan rangsangan yang baru atau memodifikasi skema yang telah ada sehingga cocok dengan rangsangan itu.
4.      Keseimbangan
Ekuilibrasi adalah keseimbangan antara asimilasi dan akomodasi sedangkan diskuilibrasi adalah keadaan dimana tidak seimbangnya antara proses asimilasi dan akomodasi, ekuilibrasi dapat membuat seseorang menyatukan pengalaman luar dengan struktur dalamnya.
b)      Teori Belajar Konstruktivisme Vygotsky
sumber : www.marxists.org
Konstruktivisme menurut pandangan Vygotsky menekankan pada pengaruh budaya. Vygotsky berpendapat fungsi mental yang lebih tinggi bergerak antara inter-psikologi (interpsychological) melalui interaksi sosial dan intrapsikologi (intrapsychological) dalam benaknya. Internalisasi dipandang sebagai transformasi dari kegiatan eksternal ke internal. Berkaitan dengan pembelajaran, Vygotsky mengemukakan empat prinsip sebagai berikut.
1.      Pembelajaran sosial (social leaning).
Pendekatan pembelajaran yang dipandang sesuai adalah pembelajaran kooperatif. Vygotsky menyatakan bahwa siswa belajar melalui interaksi bersama dengan orang dewasa atau teman yang lebih cakap.
2.      Zone of Proximal Development (ZPD).
Bahwa siswa akan dapat mempelajari konsep-konsep dengan baik jika berada dalam ZPD. Siswa bekerja dalam ZPD jika siswa tidak dapat memecahkan masalah sendiri, tetapi dapat memecahkan masalah itu setelah mendapat bantuan orang dewasa atau temannya (peer). Bantuan atau support dimaksud agar si anak mampu untuk mengerjakan tugas-tugas atau soal-soal yang lebih tinggi tingkat kerumitannya dari pada tingkat perkembangan kognitif si anak.
3.      Masa Magang Kognitif (cognitif apprenticeship).
Suatu proses yang menjadikan siswa sedikit demi sedikit memperoleh kecakapan intelektual melalui interaksi dengan orang yang lebih ahli, orang dewasa, atau teman yang lebih pandai.
4.       Pembelajaran Termediasi (mediated learning).
Vygostky menekankan pada scaffolding. Siswa diberi masalah yang kompleks, sulit, dan realistik, dan kemudian diberi bantuan secukupnya dalam memecahkan masalah siswa.
    D.   ANALISIS TEORI
Konstruktivisme dapat dideskripsikan sebagai sebuah visi pembelajaran yang menyarankan agar seorang siswa dapat membuat kesimpulan terhadap materi yang mereka pelajari, daripada menerima langsung dari sumber lain (misalnya: orang lain atau media bacaan). Definisi ini bisa kita artikan bahwa seorang siswa dapat mengkontruksi pengertiannya sendiri terhadap sesuatu hal, dikarenakan penalaran itu masuk akal bagi mereka, karena lebih fokus kepada kesuksesan siswa dalam mengorganisasikan pengalaman mereka. Siswa lebih diutamakan untuk mengkonstruksi sendiri pengetahuan mereka.
    E.     KREATIVITAS DAN INOVASI
a.       Ayat Al- Qur’an (surah Al-Ankabuut ayat 43)
ÙˆَتِÙ„ْÙƒَ الْØ£َÙ…ْØ«َالُ Ù†َضْرِبُÙ‡َا Ù„ِلنَّاسِ ÙˆَÙ…َا ÙŠَعْÙ‚ِÙ„ُÙ‡َا Ø¥ِÙ„َّا الْعَالِÙ…ُونَ
Artinya:
“  Dan perumpamaan-perumpamaan Ini kami buat untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu. (Q.S Al-Ankabuut :43)”
sumber :

Ayat di atas adalah motivasi yang Allah swt letakkan secara implisit, dimana yang memahami perumpamaan-perumpamaan dari Allah swt (ilmu-Nya) hanyalah orang-orang yang berilmu. Hal ini berarti jika ingin mengetahui rahasia dari Ilmu Allah, maka kita harus menjadi orang yang berilmu (menuntut ilmu).
b.      Gambar
Gambar disamping seperti menjelaskan dalam teori konstivisme bahwa siswa belajar dan mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. Sedemikian rupa sehingga para siswa dapat menciptakan, membangun, mendiskusikan, bekerja sama dan melakukan eksperimentasi dalam kegiatan belajarnya.
Latihan pembuatan RPP berdasarkan teori kontruktivisme:

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Nama                       :           Farhan Nur Fajri
Satuan Pendidikan    :           SMP Jamiyatul Khair
Berat Badan             :           38 kg
Tinggi Badan             :           145 cm
Umur                        :           12 tahun
Mata Pelajaran          :           ILMU PENGETAHUAN ALAM
Kelas/Semester         :           VII/ II
Topik                        :           Gerak Lurus Beraturan dan Gerak Lurus Berubah Beraturan
Sub Topik                 :           Garak Lurus Beraturan dan Gerak Lurus Berubah Beraturan
                                             Serta Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari
Alokasi Waktu          :           1x60menit

A.    KOMPETENSI INTI
1.      Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
2.   Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan social dan alam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
3.      Memahami pengetahuan berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan alam terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

B.     KOMPETENSI DASAR
2.6 Menganalisis data percobaan gerak lurus beraturan dan gerak lurus berubah beraturan.
2.6.1        Membedakan kedudukan dengan perpindahan.
2.6.2        Membedakan kelajuan dengan kecepatan.
2.6.3        Mendeskripsikan perubahan kecepatan terhadap waktu.
2.6.4        Menunjukkan konsep GLB dan GLBB dalam kehidupan sehari-hari.

C.  TUJUAN PEMBELAJARAN
1.      Siswa mampu mengidentifikasi kedudukan dan perpindahan dikarenakan siswa dalam tahap oprasional formal yang dapat memahami konsep. C1
Penjelasan: Perkembangan Kognitif
Kognitif adalah kemampuan yang dimiliki anak untuk berfikir lebih kmpleks, serta kemampuan penalaran dan pemecahan masalah. Kemam puan umum yang mencakup seluruh bentuk pengenalan, termasuk didalamnya mengamati, memperhatikan, menyangka, membayangkan, menduga dan menilai.
2.      Siswa mampu membedakan kedudukan dengan perpindahan dikarenakan siswa dalam tahap oprasional formal yang dapat menghipotesa. P1
Penjelasan: Perkembagan Psikomotorik
Perkembangan anak merujuk tumbuh, menyesuaikan diri, dan berubah sepanjang perjalanan hidupnya, melalui perkembangan fisik, perkembangan kepribadian, perkembangan sosioemosi, perkembangan pemikiran, dan perkembangan bahasa.
3.      Siswa mampu menghubungkan teori dengan Praktik dalam kehidupan sehari-hari dikarenakan siswa dalam tahap oprasional formal yang dapat memikirkan. A4
Penjelasan: Perkembangan Afektif
Afektif mencakup emosi atau perasaan yang dimiliki oleh setiap anak, yang juga perlu mendapatkan perhatian dalam pembelajaran. Pemahaman guru tentang kesulitan dalam menyelasaikan dan bimbingan (pengawasan) untuk keberhasilan belajarnya.
D. MATERI PEMBELAJARAN
      Pengertian gerak adalah perubahan posisi atau kedudukan terhadap titik acuan tertentu. Gerak juga dapat dikatakan sebagai perubahan kedudukan suatu benda dalam selang waktu tertentu. Contoh ada seorang yang duduk di dalam kereta api yang sedang bergerak, dapat dikatakan bahwa orang tersebut dian terhadap kursi yang didudukunya dan terhadap kereta api tersebut, namun orang tersebut bergerak relatif terhadap stasiun maupun terhadap pohon-pohon yang dilewati.
      Jarak adalah panjang lintasan yang ditempuh benda tanpa memerhatikan arah, sedangkan perpindahan adalah panjang lintasan yang ditempuh benda dengan memerhatikan arahnya. Contohnya seorang siswa berlari mengelilingi lapangan satu kali putaran. Berarti ia menempuh jarak sama dengan keliling lapangan, tetapi tidak menempuh perpndahan kerena kembali ke titik semula.
      Kecepatan merupakan perpindahan yan ditempuh tiap satuan waktu, sedangkan kelajuan didefinikan sebagai jarak yang ditempuh tiap satuan waktu. Kecepatan termasuk besaran vektor sedangkan kelajuan termasuk besaran skalar.
      Percepatan adalah kecepatan tiap satuan waktu. Percepatan merupakan besaran vektor. Percepatan dapat bernilai positif (+a) dan bernilai negatif (-a) dengan perlambatan.Gerak lurus beraturan (GLB) adalah gerak benda pada lintasan lurus dan mempunyai kecepatan tetap. Gerak lurus berubah beraturan (GLBB) adalah gerak benda pada lintasan lurus dengan kecepatannya berubah secara teratur tiap detik.
E.  METODE PEMBELAJARAN
1.      Pendekatan : Fisika
2.      Metode : Diskusi
3.      Model : Konstruktivisme
4.      Sumber Pembelajaran : Buku IPA SMP Kelas VII
5.     Guru berperan untuk mengembangan konsep diri dan emosi, mengembangan nilai, moral dan sikap, mengembangan kreativitas, mengatasi lupa dan jenuh dalam belajar siswa sebagai berikut:
  a.       Perkembangan konsep diri dan emosi
     Konsep diri merupakan gambaran yang dimilki seseorang tentang dirinya, yang dibentuk melalui pengalaman yang diperoleh dari interaksi dengan lingkungan. Melalui konsep diri anak dapat menumbuhkan harapan- harapan yang ingin dicapai dengan melihat sejauh mana anak telah berjuang dan mengukur pemahaman dirinya. Sehingga anak dapat merasa bertanggungjawab, merasa mampu, bangga dan lain sebagainya. Anak belajar mengekspresikan emosinya sendiri dalam bentuk perilaku yang memberikan pemuasan terbesar kepadanya dan menolak perilaku yang tidak memberikan pemuasaan.
  b.      Perkembangan nilai, moral dan sikap
     Nilai, moral dan sikap pada diri anak apabila telah mampu mengembangkan superegonya dengan baik, sikapnyaakan cenderung didasarkan atas nilai-nilai luhur atau aturan moral tertentu sehingga akan terwujud dalam perilaku yang bermoral. Ini dapat terjadi karena soperegonya sudah sudah berkembang dengan baik dapar mengontrol dorongan-dorongan nulariah bertujuan untuk memenuhi kesenangan dan kepuasan.
  c.       Perkembangan kreativitas
Anak mampu bersikap dan berpola pikir yang dapat menciptakan sesuatu yang baru. Kemampuan tersebut dapat melahirkan kreativitasnya sendiri berupa keterampilan pengungkapan yang unik, berbeda, orisiual, sama sekali baru, indah, efifien, tepat sasaran dan tepat guna.
  d.      Cara mengatasi lupa dan jenuh dalam belajar
a)      Anak dapat mengunakan berbagai metode dan strategi belajar yang efesien
b)   Memberi kesan tersendiri dan diharapkan melekat erat dalam subsistem akal permanen anak seperti membuat kegiatan yang menimbulkan keaktifan siswa dengan cara mencoba belajar.
c)      Memberikan motivasi dan mengulang pelajaran anak dengan asik agar anak merasa terdorong untuk belajar lebih giat dari pada sebelumnya.

F.   EVALUASI
Penilaian terhadp tingkat keberhasilan siswa mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam pembelajaran.
Teori bakat Multiple Intelligence
Menurut Howard Gardner dalam Teori bakat Multiple Intelligence setiap anak memiliki kecerdasan masing- masing. Antara lain :
1.      Kecerdasan Bahasa (word smart)
2.      Kecerdasan Logika matematika (logic smart)
3.      Kecerdasan Intrapersonal (self smart)
4.      Kecerdasan Interpersonal (people smart)
5.      Kecerdasan Visual spasial (picture smart)
6.      Kecerdasan Gerak badan (body smart)
7.      Kecerdasan Musik (music smart)
8.      Kecerdasan Naturalis (nature smart)
9.      Kecerdasan Eksistensial

a.       Pengamtan perilaku
No
Aspek yang dinilai
3
2
1
Keterangan
1
Rasa ingin tahu (curiosity)




2
Ketelitian dan kemahiran dalam mengerjakan tugas




3
Ketekunan dan tanggungjawab dalam belajar baik individu maupun berkelompok




4
Keterampilam berkomunikasi saat belajar





b.      Tes tertulis
1.      Jelaskan perbedaan jarak dan perpindahan beserta contohnya?
2.      Jelaskan perbedaan kecepatan dan kelajuan besrta contohnya?
3.      Apakah contoh dari gerak lurus beraturan (GLB) dan gerak lurus berubah beraturan (GLBB) dalam kehidupan sehari-hari?
G. DAFTAR PUSTAKA
Budiningsih, A.C. 2005. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : PT. Rineka Cipta.
Corey, Gerald. 2009. Teori dan Praktek Konseling dan Psikoterapi. Bandung :PT. Refika Aditama.
Desmita. 2010. Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung :PT. Remaja Karya.
Suparno, P.1997. Filsafat Konstruktivisme dalam Pendidikan.Yogyakarta : Kanisius.
Syaiful Bahri Djamarah. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta : PT. Rineka Cipta.
Trianto. 2010. Model Pembelajaran Terpadu. Surabaya : Bumi Aksara.
Tatang Suratno
http://file.upi.edu/Direktori/JURNAL/PENDIDIKAN_DASAR/Nomor_10-Oktober_2008/Konstruktivisme,_Konsepsi_Alternatif_dan_Perubahan_Konseptual_dalam_Pendidikan_IPA.PDF